Kembali ke Blog

Email Marketing Toko Online 101: Panduan untuk Merchant Indonesia

Anda mungkin punya ratusan alamat email pembeli yang menumpuk di riwayat pesanan, tapi tidak pernah dipakai. Setiap bulan Anda tetap membayar iklan untuk mencari pembeli baru, sementara pembeli lama tidak pernah menerima satu pun kabar dari toko Anda. Banyak merchant menganggap email “sudah ketinggalan zaman”, padahal alasannya biasanya sederhana: belum tahu cara memulainya.

Panduan email marketing toko online ini ditulis untuk merchant Indonesia yang baru mulai. Anda akan belajar apa yang perlu disiapkan, lima jenis email yang paling berguna, cara menulisnya, jadwal pengiriman, dan hitungan hasilnya dalam rupiah. Semua bisa dimulai dengan modal yang kecil.

Email Marketing Toko Online: Apa dan Mengapa Masih Relevan

Email marketing artinya mengirim pesan ke pelanggan yang sudah setuju menerimanya, dengan tujuan membangun hubungan dan mendorong pembelian berikutnya. Bentuknya bisa berupa email sambutan, pengingat keranjang, kabar restock, sampai ringkasan promo bulanan.

Kenapa tetap relevan? Karena daftar email adalah aset milik Anda sendiri. Biaya iklan bisa naik, algoritma media sosial bisa berubah, tapi alamat email pelanggan yang sudah berizin tetap bisa Anda hubungi kapan saja.

Mari lihat angkanya. Pada contoh tumbler seharga Rp89.000, biaya iklan Rp15.000 per pesanan membuat laba normal turun menjadi Rp35.110. Pesanan yang datang dari email tidak memerlukan biaya iklan, jadi laba per pesanan menjadi Rp35.110 + Rp15.000 = Rp50.110.

Misalkan Anda mengirim satu email ke 500 pelanggan dan 3% di antaranya memesan. Itu 15 pesanan, dengan laba 15 x Rp50.110 = Rp751.650 dari satu kali kirim. Angka 3% hanyalah asumsi untuk perhitungan, bukan patokan pasti. Ukur sendiri hasilnya.

Email juga berbeda dari WhatsApp. Email cocok untuk konten yang lebih panjang, mudah disimpan, dan tidak terasa mengganggu. WhatsApp lebih cepat dibaca dan terasa personal. Idealnya Anda memakai keduanya, seperti dibahas di WA Broadcast Jualan: Cara Kirim Pesan yang Tidak Dianggap Spam.

Empat Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengirim

1. Daftar alamat email yang berizin

Ini fondasinya. Tanpa izin, email Anda lebih mungkin dianggap spam. Cara mengumpulkannya dibahas di bagian berikutnya.

2. Alat pengirim email

Anda tidak perlu mengirim satu per satu lewat Gmail. Banyak alat email menyediakan paket gratis untuk daftar kecil, jadi periksa batas jumlah kontak dan jumlah email per bulan sebelum memilih. Jualify menyediakan integrasi Mailchimp di paket Growth dan Klaviyo di paket Platinum jika Anda ingin menghubungkan toko dengan alat email tersebut.

3. Identitas pengirim yang jelas

Gunakan nama pengirim yang dikenali pembeli, misalnya “Sari dari Toko Contoh”, dan alamat email yang konsisten. Jika memungkinkan, gunakan email dengan domain toko sendiri. Banyak alat email meminta pengaturan autentikasi domain (SPF dan DKIM) agar email Anda lebih mudah sampai ke kotak masuk, bukan folder spam.

4. Rencana konten dan jadwal

Tentukan jenis email apa yang akan dikirim, kapan, dan kepada siapa. Tanpa rencana, daftar Anda akan menganggur.

Cara Mengumpulkan Alamat Email dengan Izin

Anda bisa mulai dari sumber yang sudah ada. Berikut empat titik pengambilan yang paling mudah:

  • Saat checkout. Tambahkan pilihan setuju menerima info promo, jika platform Anda mendukung.
  • Kartu dalam paket. Tulis ajakan bergabung dengan tautan atau kode QR.
  • Halaman toko. Beri kolom email dengan keterangan jelas, misalnya “info restock, maksimal 2 email per bulan”.
  • Panduan gratis. Tawarkan sesuatu yang berguna, seperti panduan ukuran atau tips perawatan, sebagai ganti email.

Misalnya toko Anda menerima 100 pesanan per bulan dan 30% pembeli setuju menerima email. Dalam sebulan Anda mendapat 30 alamat berizin, dan dalam tiga bulan sekitar 90. Angkanya asumsi, tapi gambaran ritmenya nyata: daftar tumbuh pelan, dan itu tidak apa-apa.

Cara lengkap mengumpulkan izin dari WhatsApp dan email sekaligus ada di Daftar Pelanggan WA Email: Cara Membangunnya dari Pembeli yang Ada.

Baca juga: Daftar Pelanggan WA Email: Cara Membangunnya dari Pembeli yang Ada membahas lima titik pengambilan izin lengkap dengan template pesannya.

Lima Jenis Email yang Perlu Anda Punya

Jangan mulai dengan membuat banyak kampanye. Lima jenis email berikut sudah cukup, dan sebagian bisa berjalan otomatis setelah disiapkan.

1. Email sambutan

Dikirim langsung setelah seseorang bergabung. Isinya: ucapan terima kasih, cerita singkat tentang toko, dan satu penawaran, misalnya kupon Rp10.000 untuk pembelian berikutnya. Pembeli baru paling ingat toko Anda di saat ini, jadi manfaatkan.

2. Email setelah pembelian

Kirim 3 hari setelah paket sampai untuk menanyakan kabar dan meminta ulasan. Kirim lagi sekitar 14 hari kemudian dengan rekomendasi produk pendamping. Email ini mengubah pembeli sekali jadi pelanggan tetap.

3. Email keranjang tertinggal

Dikirim kepada orang yang sudah memasukkan produk ke keranjang tapi belum membayar. Pola yang umum: pengingat pertama 1 jam setelahnya, pengingat kedua 24 jam kemudian. Fitur ini biasanya memerlukan alat email yang terhubung dengan toko dan bisa membaca data keranjang.

Misalnya ada 100 keranjang tertinggal per bulan dan 5% kembali membeli setelah diingatkan. Itu 5 pesanan x Rp50.110 = Rp250.550, tanpa biaya iklan. Angka 5% hanyalah asumsi.

4. Email promo dan momen

Dikirim menjelang momen besar seperti Harbolnas 12.12, Hari Ibu, atau Ramadan dan Lebaran. Gunakan pola tiga email: teaser sebelum momen, penawaran di hari H, dan pengingat penutup. Contoh penawaran yang tetap menguntungkan ada di Kalender Campaign Ecommerce Indonesia 12 Bulan.

5. Email reaktivasi

Untuk pelanggan yang tidak membeli lebih dari 90 hari. Sampaikan hal yang spesifik, seperti produk baru atau restock, bukan sekadar “kami kangen”. Jika tiga email berturut-turut tidak dibuka, istirahatkan mereka dari daftar aktif.

Menulis Email yang Dibuka dan Dibaca

Pembeli menilai email dari baris subjeknya dalam dua detik. Berikut prinsip yang bisa Anda terapkan.

Subjek. Singkat (sekitar 50 karakter atau kurang), jelas manfaatnya, dan tanpa huruf kapital berlebihan. Hindari tanda seru beruntun.

Kurang baikLebih baik
PROMO HEBOH!!! BURUAN!!!Restock tumbler favorit, stok 40 unit
Newsletter Bulan Oktober3 cara merawat tumbler agar awet
Halo pelanggan setiaRina, kupon Rp10.000 menunggu Anda

Satu email, satu tujuan. Jika tujuannya mengajak membeli, hanya ada satu tombol yang jelas. Terlalu banyak pilihan membuat pembaca bingung.

Isi pendek. Cukup 3-5 paragraf pendek atau 100-150 kata. Banyak pembeli membuka email dari ponsel, jadi pastikan tampilannya nyaman dibaca di layar kecil.

Jangan lupa nama dan konteks. Sebut nama penerima atau produk yang pernah dibeli. Itu menunjukkan Anda mengenal mereka, bukan mengirim pesan massal.

Jadwal Pengiriman yang Realistis

Untuk toko kecil, tiga hal ini sudah cukup:

  • Otomatis: email sambutan, email setelah pembelian, dan email keranjang tertinggal (setelah disiapkan, berjalan sendiri).
  • Rutin: satu email per bulan berisi kabar produk atau tips.
  • Momen: tiga email per momen besar.

Contoh kalender tiga bulan ke depan:

BulanEmailTujuan
November 2026Email rutin bulanan + teaser 12.12Menyiapkan pembeli untuk Harbolnas
Desember 2026Email 12.12 + email Hari IbuPenawaran momen dan hadiah
Januari 2027Email rutin + reaktivasiMenjangkau pelanggan tidur

Mulai dari satu email rutin per bulan lebih baik daripada mengirim mingguan lalu berhenti di bulan ketiga. Konsistensi lebih penting daripada frekuensi.

Cara Menghitung Hasil Email

Pantau lima angka berikut untuk setiap kampanye. Jangan membandingkan dengan toko lain, bandingkan dengan hasil Anda sendiri dari bulan ke bulan.

AngkaArtinyaYang dilakukan jika rendah
DibukaBerapa persen penerima yang membuka emailPerbaiki subjek dan nama pengirim
DiklikBerapa persen yang menekan tombolPerjelas ajakan dan tombolnya
PesananJumlah pesanan dari emailTinjau penawaran dan halaman produk
Berhenti berlanggananBerapa orang memilih berhentiKurangi frekuensi atau perbaiki relevansi
Gagal terkirimAlamat yang tidak validBersihkan daftar

Untuk menghitung nilai satu email, kalikan jumlah pesanan dengan laba per pesanan. Misalnya 8 pesanan x Rp50.110 = Rp400.880. Kurangi biaya alat email dan kupon bila ada, lalu Anda tahu apakah email itu layak diulang.

Aturan Main: Izin, Berhenti Berlangganan, dan Reputasi

Email yang baik menghormati penerimanya. Lima aturan dasarnya:

  1. Hanya kirim ke yang sudah setuju. Jangan membeli daftar email, dan jangan menambahkan alamat dari kartu nama atau grup tanpa izin.
  2. Sediakan tautan berhenti berlangganan yang jelas di setiap email, dan segera hormati permintaan itu.
  3. Gunakan identitas pengirim yang konsisten, termasuk pengaturan SPF dan DKIM bila alat Anda memintanya.
  4. Jaga kebersihan daftar. Hapus alamat yang selalu gagal terkirim dan istirahatkan kontak yang tidak pernah membuka.
  5. Catat tanggal dan sumber izin. Selain berguna untuk pengelolaan, catatan ini relevan dengan aturan pelindungan data pribadi (UU PDP). Ini informasi umum, bukan nasihat hukum.

Reputasi pengirim dibangun pelan-pelan. Daftar kecil yang aktif lebih baik daripada daftar besar yang diabaikan.

Mulai dari Nol dalam 14 Hari

HariYang dikerjakan
1-2Pilih alat email dan buat akun
3-4Siapkan formulir pendaftaran dan teks izin
5-7Tulis dan atur email sambutan
8-10Siapkan template promo sederhana
11-12Tulis email setelah pembelian
13Kirim email uji ke diri sendiri dan cek di ponsel
14Kirim email pertama ke daftar berizin

Tidak perlu semuanya sempurna. Kirim yang sederhana dulu, lalu perbaiki dari hasilnya.

Checklist Email Marketing Toko Online

  • [ ] Memiliki daftar alamat email yang berizin.
  • [ ] Memilih alat email dan memeriksa batas paket gratisnya.
  • [ ] Menyiapkan nama dan alamat pengirim yang konsisten.
  • [ ] Menambahkan titik pengambilan izin (checkout, kartu paket, halaman toko).
  • [ ] Menyiapkan email sambutan.
  • [ ] Menyiapkan email setelah pembelian.
  • [ ] Menyiapkan email keranjang tertinggal (jika alat mendukung).
  • [ ] Menentukan jadwal bulanan dan jadwal momen.
  • [ ] Menyertakan tautan berhenti berlangganan di setiap email.
  • [ ] Mencatat hasil tiap kampanye dalam spreadsheet.

Kesalahan Umum dalam Email Marketing Toko Online

Membeli daftar email. Penerimanya tidak mengenal Anda, sehingga email Anda lebih mungkin dianggap spam dan merusak reputasi pengirim.

Mengirim tanpa rencana. Email yang dikirim ketika ingat biasanya kacau dan tidak konsisten. Buat jadwal sederhana dan patuhi.

Terlalu banyak tujuan dalam satu email. Satu email sebaiknya mengajak ke satu tindakan saja.

Mengabaikan ponsel. Jika Anda tidak memeriksa tampilan di ponsel, mungkin sebagian pembaca melihat email yang berantakan.

Tidak mencatat hasil. Tanpa catatan, Anda tidak tahu email mana yang menghasilkan pesanan.

Kesimpulan

Email marketing toko online tidak perlu rumit. Mulailah dari daftar kecil yang berizin, siapkan tiga email otomatis (sambutan, setelah pembelian, keranjang tertinggal), kirim satu email rutin per bulan, dan catat hasilnya. Pada contoh di atas, satu email ke 500 pelanggan bisa menghasilkan sekitar Rp751.650, jauh lebih murah dibandingkan membayar iklan untuk jumlah pesanan yang sama.

Anda tidak perlu menunggu daftar besar. Mulai minggu ini dengan satu langkah: pilih alat email dan tambahkan permintaan izin di kartu paket Anda.

Lanjut baca: WA Broadcast Jualan: Cara Kirim Pesan yang Tidak Dianggap Spam membahas kanal pelengkap email yang sama-sama bisa dipakai untuk menjangkau pembeli lama.

← Artikel Sebelumnya Daftar Pelanggan WA Email: Cara Membangunnya dari Pembeli yang Ada Artikel Selanjutnya → Klaviyo vs Mailchimp: Mana yang Cocok untuk Toko Anda