COD: Cara Kerja, Risiko, dan Mitigasi untuk Penjual dengan Sistem COD Jualan Online

Pernah mengalami pesanan yang sudah dikemas, diberi label pengiriman, dan diserahkan kepada kurir, tetapi akhirnya kembali karena pembeli tidak mau membayar? Barang memang bisa dijual kembali, tetapi waktu, biaya pengiriman, dan tenaga yang sudah dikeluarkan belum tentu bisa dipulihkan.

Situasi seperti ini cukup penting diperhatikan oleh penjual yang menawarkan pembayaran Cash on Delivery (COD). Metode ini dapat membantu menjangkau pembeli yang lebih nyaman membayar saat barang tiba, tetapi juga membawa risiko pesanan ditolak, alamat tidak valid, hingga biaya retur yang mengurangi keuntungan.

Karena itu, memahami sistem COD jualan online bukan hanya soal mengaktifkan pilihan pembayaran. Anda juga perlu memahami alur uang, tanggung jawab kurir, kemungkinan paket gagal terkirim, serta cara mengurangi risiko sebelum barang dikirim.

Artikel ini membahas cara kerja COD, keuntungan dan risikonya bagi penjual, serta langkah praktis agar operasional toko lebih terkendali.

Read story →

Cara Pindah dari Marketplace ke Website Sendiri

Penjualan di marketplace berjalan lancar, tapi tiap bulan Anda melihat potongan yang makin terasa, harga bersaing makin ketat, dan daftar pelanggan yang tidak pernah benar-benar jadi milik Anda. Lalu muncul keinginan untuk punya toko sendiri, diikuti rasa takut: kalau pindah, penjualan yang sudah ada bisa hilang.

Ketakutan itu wajar, dan justru karena itu pindah dari marketplace sebaiknya tidak dilakukan dengan cara menutup lapak lalu mulai dari nol. Cara yang lebih aman adalah membangun toko sendiri secara paralel, mengajak pembeli yang puas ikut berpindah, dan tetap memakai marketplace sebagai sumber pembeli baru. Panduan ini menjelaskan langkahnya dalam sekitar empat minggu.

Read story →