Kembali ke Blog

Cara Memilih Nama Brand yang Mudah Diingat dan Bisa Didaftarkan

Banyak penjual memilih nama toko di menit-menit terakhir sebelum membuka akun: sebuah nama yang terasa bagus malam itu. Beberapa bulan kemudian muncul masalah. Pembeli salah mengeja nama toko di kolom pencarian, domain yang diinginkan sudah dipakai orang, atau lebih buruk, ada pihak lain yang sudah mendaftarkan merek serupa.

Karena itu cara memilih nama brand sebaiknya dilakukan dengan urutan, bukan dengan firasat. Artikel ini membahas kriteria nama yang mudah diingat, cara mengeceknya sebelum dipakai, dan hal dasar tentang pendaftaran merek di Indonesia.

Kenapa Nama Brand Layak Diperlakukan Serius

Nama adalah aset yang paling sulit diganti setelah usaha berjalan. Logo, warna, dan foto produk bisa diperbarui kapan saja. Tapi begitu pelanggan mengenal nama Anda, mengganti nama berarti membangun pengenalan dari awal, termasuk di marketplace, media sosial, dan hasil pencarian.

Nama yang baik membantu tiga hal: mudah dicari, mudah disebut dari mulut ke mulut, dan aman dipakai jangka panjang tanpa sengketa.

Cara Memilih Nama Brand: Kriteria yang Perlu Dipenuhi

Gunakan enam kriteria berikut sebagai saringan.

KriteriaPertanyaan PengujiContoh Masalah
SingkatBisakah diketik dengan cepat di ponsel?Nama enam kata sulit diingat dan dicetak di kemasan
Mudah diucapkanBisakah orang menyebutnya setelah mendengar sekali?Gabungan huruf yang sulit dilafalkan
Mudah diejaKalau didengar, apakah orang tahu cara menulisnya?Ejaan unik yang membuat pencarian salah
Punya makna atau kesanApakah nama itu memberi gambaran tentang produk atau karakter brand?Nama yang tidak berkaitan sama sekali dengan produk
Tidak terlalu umumApakah nama ini membedakan Anda dari yang lain?Nama yang hanya menyebut jenis produk
Bisa tumbuhApakah nama tetap cocok jika produk Anda bertambah?“Toko Kaos Murah” yang sulit dipakai saat menjual tas

Kriteria terakhir sering terlupa. Nama yang terlalu menyebut satu produk membatasi Anda ketika ingin memperluas katalog.

Tahap Brainstorming: Kumpulkan 20 Nama, Jangan Berhenti di Satu

Kesalahan umum adalah jatuh cinta pada satu nama sebelum membandingkannya. Targetkan 20 kandidat, lalu saring.

Beberapa pola yang bisa dipakai untuk mencari ide:

  • Dari cerita atau asal usul. Nama daerah, nama keluarga, atau kata dari bahasa daerah yang bermakna.
  • Dari manfaat atau perasaan. Kata yang menggambarkan kesan yang ingin dirasakan pembeli.
  • Gabungan dua kata pendek. Dua kata yang diucapkan sebagai satu nama.
  • Kata yang diubah sedikit. Hati-hati: kalau ejaannya terlalu aneh, pembeli akan salah mengetik.

Hindari nama yang hanya berupa kata umum untuk produk Anda. Selain sulit membedakan Anda dari penjual lain, nama yang murni deskriptif umumnya sulit didaftarkan sebagai merek.

Uji Ketersediaan Sebelum Jatuh Cinta

Setelah daftar menyusut jadi 3 sampai 5 nama, cek keempat hal ini sebelum memutuskan.

Cek 1: Domain

Cari ketersediaan nama sebagai domain, misalnya versi .com atau .id. Domain yang cocok dengan nama brand memudahkan pembeli menemukan Anda. Kalau domain yang diinginkan sudah dipakai, pertimbangkan variasi nama yang tetap singkat. Panduan menghubungkan domain ke toko ada di Domain Kustom & Subdomain: Panduan Singkat.

Cek 2: Nama Akun Media Sosial

Cek apakah nama yang sama tersedia di platform yang akan Anda pakai. Nama yang konsisten di semua tempat jauh lebih mudah dicari.

Cek 3: Pencarian di Mesin Pencari dan Marketplace

Ketik nama itu di Google dan di kolom pencarian marketplace. Lihat apa yang muncul. Kalau hasil pertama adalah usaha lain di bidang yang sama, nama itu berisiko membingungkan pembeli.

Cek 4: Pangkalan Data Merek

Di Indonesia, merek didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sebelum menetapkan nama, cek pangkalan data merek DJKI untuk melihat apakah sudah ada merek yang sama atau mirip di kelas barang atau jasa yang berkaitan dengan produk Anda.

Hal Dasar tentang Pendaftaran Merek di Indonesia

Informasi berikut bersifat umum, bukan nasihat hukum. Untuk situasi Anda, konsultasikan dengan konsultan kekayaan intelektual dan cek ketentuan terbaru di situs resmi DJKI.

Siapa yang lebih dulu mendaftar. Sistem merek di Indonesia pada prinsipnya didasarkan pada pendaftaran. Artinya, pihak yang lebih dulu mendaftar umumnya mendapat perlindungan hukum, bukan sekadar pihak yang lebih dulu memakai nama.

Kelas barang dan jasa. Merek didaftarkan per kelas, misalnya kelas untuk pakaian atau makanan. Pilih kelas yang sesuai dengan produk Anda.

Masa perlindungan. Merek terdaftar mendapat perlindungan untuk jangka waktu tertentu dan bisa diperpanjang. Cek lamanya di ketentuan terbaru.

Nama yang sulit atau tidak bisa didaftarkan. Umumnya termasuk nama yang terlalu umum atau hanya menjelaskan produk, nama yang menyerupai merek terkenal, atau yang menyesatkan pembeli.

Untuk usaha kecil. Sebagian layanan pendaftaran punya ketentuan khusus bagi usaha mikro dan kecil. Cek persyaratan dan biayanya langsung di sumber resmi karena bisa berubah.

Kalau budget terbatas, Anda tidak harus mendaftar di hari pertama. Tapi sebaiknya jadwalkan pendaftaran begitu usaha mulai berjalan, supaya nama yang sudah Anda bangun tidak diambil pihak lain.

Uji Nama ke Calon Pembeli

Sebelum menetapkan pilihan, ujikan ke 10 orang dengan tiga tes sederhana.

  1. Tes sebut. Ucapkan nama itu lewat telepon, lalu minta mereka menulisnya. Hitung berapa yang menulis dengan benar.
  2. Tes ingat. Sebutkan tiga nama kandidat, dan tanyakan sehari kemudian mana yang masih mereka ingat.
  3. Tes kesan. Tanyakan produk apa yang mereka bayangkan dari nama itu.

Contoh hasil dari simulasi rekaan: dari 10 orang, 9 menulis nama A dengan benar, sementara nama B hanya 5 yang benar. Perbedaan ini menunjukkan nama B akan sering salah ketik di pencarian. Angka ini hanya ilustrasi, tapi cara mengujinya bisa langsung Anda pakai.

Checklist Memilih Nama Brand

  • [ ] Sudah ada daftar minimal 20 kandidat nama
  • [ ] Nama final singkat, mudah diucapkan, dan mudah dieja
  • [ ] Nama tidak hanya menyebut jenis produk
  • [ ] Nama masih cocok jika katalog bertambah
  • [ ] Domain yang sesuai tersedia atau ada alternatif yang tetap singkat
  • [ ] Nama akun media sosial tersedia
  • [ ] Pencarian nama di Google dan marketplace tidak menimbulkan kebingungan
  • [ ] Pangkalan data merek DJKI sudah dicek untuk kelas yang relevan
  • [ ] Nama sudah diuji ke minimal 10 orang
  • [ ] Rencana waktu mendaftarkan merek sudah ditentukan

Setelah nama jadi, lengkapi identitasnya lewat Template Identitas Brand Siap Pakai: Logo, Palet, Bio Toko.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Memilih nama yang terlalu umum. Sulit dibedakan dan sulit didaftarkan.

Ejaan terlalu unik. Pembeli salah mengetik, dan Anda kehilangan pencarian yang seharusnya mengarah ke toko Anda.

Tidak mengecek merek lebih dulu. Sudah mencetak kemasan dan logo, baru tahu ada merek serupa.

Memakai nama yang menyerupai merek terkenal. Berisiko sengketa dan merusak reputasi sejak awal.

Mengubah nama terlalu sering. Pengenalan brand hilang setiap kali Anda berganti.

Menunda sampai ramai. Nama yang makin dikenal makin menarik bagi pihak lain untuk mendaftarkannya lebih dulu.

Kesimpulan

Cara memilih nama brand yang baik dimulai dari kriteria sederhana: singkat, mudah diucapkan dan dieja, punya kesan, tidak terlalu umum, dan bisa tumbuh bersama usaha. Lalu uji kesiapannya lewat pengecekan domain, media sosial, mesin pencari, dan pangkalan data merek DJKI, serta uji ke calon pembeli sebelum menetapkan pilihan. Pendaftaran merek sebaiknya dijadwalkan begitu usaha berjalan, dengan konsultasi ke ahli untuk situasi spesifik Anda.

Baca juga Cara Mulai Toko Online dari Nol untuk Pemula untuk urutan langkah setelah nama brand Anda ditetapkan.

← Artikel Sebelumnya Cara Pindah dari Marketplace ke Website Sendiri Artikel Selanjutnya → Izin Usaha Online NIB: Panduan NIB, NPWP, dan Izin untuk UMKM Digital